Setiap tahun, PPLI mendapat undangan Penurunan Bendera Merah Putih di Istana Negara. Hari jumat (17/8/2018) kami berenam mewakili PPLI untuk menghadiri acara tersebut. Walaupun acara dilaksanakan pada jam 17.00 WIB, namun kami diharapkan sudah hadir pukul 14.30 dengan mengenakan pakaian Nasional. Sampai di gerbang Istana, sudah banyak yang menunggu pintu gerbang dibuka. Kami harus berbaris antri dan mengatur strategi: 2 orang mengambil cinderamata, 2 orang lagi mencari kursi yang sudah ditetapkan Panitia. Mengapa? Karena undangan berebut tempat duduk paling depan. Akhirnya kami berenam mendapat deretan kursi nomor dua, sehingga leluasa melihat pertunjukan yang digelar sebelum acara utama Penurunan Bendera Merah Putih.  Diantaranya berupa tarian daerah, paduan suara, marching band, pencak silat, dan lagu yang dibawakan oleh seorang penyanyi, Ari Laso.

Pada saat Ari Laso masih bernyanyi diatas panggung, tiba-tiba Presiden Joko Widodo memutuskan untuk pergi menuju panggung. Jarak Istana dengan panggung cukup makan waktu sekitar 5 menit, dan melalui jalan didepan deretan kursi kami. Maka hebohlah para undangan, dan berlari menuju rombongan Presiden, saling berdesakan ingin bersalaman dengan beliau. Salah satu dari kami berkata, “Pak, kami dari Ahmadiyah,” beliau memandang kami sambil tersenyum.  Saya ikut berdiri menyaksikan beliau, tapi tidak bisa memotret.  Pertunjukan ditutup oleh Marching Band Institut Pemerintahan Dalam Negeri, yang mengawal  Kereta Kuda yang membawa bendera pusaka asli dari Monumen Nasional. Semua pertunjukan mendapat apresiasi yang baik dari undangan.

Di tengah-tengah pertunjukan, terdapat Torch Riley, yaitu Pembawa Obor Api Abadi yang sudah mengelilingi Nusantara dan tiba di Istana untuk menyerahkan Obor Api Abadi tersebut kepada Presiden RI Ir.H. Joko Widodo. Kemudian Presiden menyerahkannya lagi kepada Atlit Legendaris Rudy Hartono yang berlari membawa obor tersebut ke Stadion Gelora Bung Karno.

Tepat pada jam 17.00 WIB, semua pertunjukan berhenti, dan upacara penurunan bendera merah putih dimulai. Para anggota TNI dan Kepolisian yang mewakili kesatuan mereka berbaris menuju halaman Istana. Bendera asli dibawa oleh Tim petugas penurunan bendera dari Kereta Kencana, berbaris rapi menuju tiang bendera. Bendera merah putih diturunkan diiringi lagu Indonesia Raya. Terharu sekali menyaksikan acara ini. Semoga Lajnah Imaillah lainnya bisa menyaksikan acara ini tahun depan.


Kontributor : Ibu Tati Setiawati

 

Tags: , , , ,