Baitul Afiyat 19 Mei 2019, menjadi hari yang istimewa bagi kami juga bagi para anggota Jemaat di 43 Daerah. Pasalnya, pada pagi itu, kecanggihan teknologi dapat kami rasakan bersama. Mengapa tidak, 253 titik di Indonesia, bersama – bersama menyaksikan Seminar berbasis Web (Webinar) yang disiarkan langsung dari Baitul Afiat, Kemang. Kendala dari jarak yang begitu jauh, raga yang tak mungkin dapat saling menyapa seakan hilang sirna dengan kecanggihan teknologi ini.

Ya, Webinar ini menepis segala kendala yang ada untuk kami agar dapat menjalin silaturahmi satu sama lain. Dari ujung Sumatra hingga papua dapat saling melihat, mendengar, juga menyapa. Walaupun terbungkus dengan berbasis online, Silaturahmi dalam keluarga Jemaat Ilahi ini tak dapat dipungkiri, menyentuh hati, bahkan menarik haru juga air mata para pesertanya.

Ucapan syukur seakan tak berhenti keluar dari mulut kami, karena betapa besarnya Karunia Allah Taala bekerja dalam Webinar pada hari itu. Rasa syukur yang kami rasakan tak berhenti sampai disni. Pembicara dalam Webinar pagi itu juga menarik rasa syukur yang begitu besar. Sosok – sosok yang luar biasa dan terdepan dalam penghidmatan berkumpul bersama di Baitul Afiyat, memberikan materi, nasihat, juga wejangan untuk kami semua di seluruh Indonesia. Bapak Amir Nasional, Bapak Sadr Anshor, Bapak Sadr Khudam, juga Ibu Sadr LII bersama – sama memberikan nasihat penuh berkat. Tak hanya nasihat, tanpa lelah mereka pun menyapa para peserta nun jauh disana. MasyaAllah, kebahagiaan para peserta disapa oleh sosok – sosok yang luar biasa ini pun dapat kami rasakan. Pancaran syukur bercampur haru terlihat jelas mewarnai wajah mereka nun jauh di sana.

Nasihat yang dibawakan pembicara pun tak luput dari ingatan kami. Webinar bertemakan “Mantapkan Hati, Jodohku Ahmadi” mengingatkan kami kembali betapa pentingnya Nizam Risthanata yang menjadi tanggung jawab kami bersama. Bapak Amir Nasional mengingatkan kembali Anjuran Imam Zaman Hz. Masih Mauud as mengenai Nizam Risthanta yang harus kita ikuti, karena akan memberikan faedah yang amat besar. Keimanan dan keturunan akan terjaga dengan Nizam yang beberkat ini. Staf Bapak Amirnas, Mln. Irfan Hafizurahman, juga memberikan materi mengenai Nizam Risthanata, dan mengingatkan kembali kufu dalam hal agama yang menjadi tolak ukur dalam Risthanata. Selaras dengan itu, Bapak Sadr Anshor pun mengingatkan kembali tujuan kita di dunia ini hanyalah mencari Keridhaan Allah Taala, karena pernikahan bukanlah tujuan utama. Pernikahan hanya sebagai sarana mencapai keridhaan Allah Taala. Untuk itu, paradigma mencari pasangan yang sesuai dengan yang Allah Taala inginkan beliau ingatkan kepada kami kembali. Ibu Sadr LII tercinta, dengan bahasa ibu penuh kasih sayang juga mengingatkan kami agar tidak luput dari doa. Sang Ibu yang harus senantiasa berdoa memohon jodoh terbaik dari Allah Taala untuk anak – anaknya, mulaI dari janin yang masih dalam kandungan , hingga anak – anak yang sudah mulai berdoa dari usia 9 tahun.

Pemaparan yang begitu mengena di hati dapat kami rasakan bersama pada hari itu. Setelah pemaparan selesai, sesi tanya jawab dari peserta berkenaan dengan Risthanata kami lalui bersama. Bapak Sadr Khudam pun menjawab juga memotivasi peserta mengikuti Nizam Risthanata yang beberkat ini. Secara bergantian Lajnah dan Khudam dari beberapa daerah memberikan testimoni mengenai pengalaman hidup mereka yang istiqomah mengikuti Nizham Risthanata ini. Cerita yang penuh warna namun memiliki satu makna. Keyakinan mereka mengikuti Nizham Risthatana dengan segala ujian dan rintangan yang ada, benar – benar tidak sia – sia. Allah Taala begitu terasa hadir di dalamnya. Karna apa yang mereka jalani, benar – benar indah pada waktunya.  Mereka mendapatkan pasangan yang terbaik menurut Allah SWT.

MasyaAllah, rasa syukur ini tak henti – hentinya terpanjat untuk Sang Pemilik Segalanya. Pada hari itu, Webinar yang dikemas apik oleh Muavin Sadr Bidang Risthanata, Tim Risthanata, Tim Webinar juga Amsaw & Amsa di seluruh daerah begitu banyak memberikan manfaat juga berkah untuk kami. Manfaat yang mengingatkan kembali akan pentingnya Nizham Risthanta juga berkah ikatan silaturahmi diantara kami. Melihat saudara – saudara rohani yang dapat berinteraksi di 253 titik secara langsung dengan dipandu sosok – sosok pengkhidmat luar biasa di dalam Jemaat Ilahi ini.

Pagi itu, kebersamaan itu, walau hanya dalam waktu singkat, kami yakin, banyak pola fikir juga hati yang ingat dan sadar kembali akan pentingnya Nizam Risthanata. Dan kami yakin, banyak Khudam dan lajnah yang semakin yakin untuk menyiapkan dirinya mendapatkan jodoh Ahmadi yang terbaik dari Allah SWT. Teringat akan Janji-Nya, Karena Wanita yang baik akan mendapatkan laki – laki yang baik, begitu pun sebaliknya.

  1. Mutia Siddiqa Muhsin
 

Tags: , , , , ,