(Syaifa Lintang Cahayu, NAI Tambun Jabar 01)

           

            Ketika bulan Ramadhan tiba, kebiasaan yang seblumnya sudah ada di Asrama Arif Rahman Hakim kembali terlaksanakan yaitu siapa yang paling cepat khatam Al Qur’an di bulan Ramadhan. Pada shalat Tarawih pertama, kami sudah mulai membaca Al Qur’an. Saya pun mulai membaca halaman pertama sampai ke halaman berikutnya.

            Halaman demi halaman pun saya lewati. Saya sangat antusias dan bersemangat dalam mengkhatamkan Al Qur’an, karena menurut saya jika saya bisa mengkhatamkan Al Qur’an di bulan suci ini, saya akan mendapatkan pahala yang besar dari Allah SWT.

            Esoknya setiap saya datang untuk shalat berjamaah di masjid, saya selalu datang lebih awal agar bisa membaca Al Qur’an sebelum melaksanakan shalat. Dan setelah shalat pun saya kembali membaca Al Qur’an. Sebelum shalat Tarawih dimulai, saya dan teman-teman membaca Al Qur’an bersama-sama dengan bimbingan wali kelas kami.

            Disini, kami bukan hanya sekedar untuk mengejar siapa yag paling cepat khayam, tetapi kami juga harus memerhatikan bacaan yang benar, dan kami mempunyai kesan untuk lebih dekat dengan Allah SWT dengan cara mengkhatamkan Al Qur’an di bulan Ramadhan ini. Sesekali wali kelas kami memerhatikan cara kami membaca Al Qur’an, apabila ada yang salah segera dibenarkan.

            Hari pun berlalu, setelah saya giat membaca Al Qur’an selama dua hari, Alhamdulillah saya mendapatkan 15 juz. Sejak diadakannya program mengkhatamkan Al Qur’an, saya selalu disibukkan untuk membawa Al Qur’an dimana pun saya berada, serta saya diajarkan untuk selalu disiplin dan mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat.

            Alhamdulillah, setelah program khatam Al Qur’an ini terlaksanalkan, saya pun sudah melewatkan banyak juz. Saya pun tak henti-hentinya untuk selalu membaca Al Qur’an, dan ketika tidak ada mata pelajaran juga ketika usai sholat Dhuha, saya pun membacanya. Meskipun membawa Al Qur’an di sekolah mendapat banyak hinaan yang mengatakan kalau saya sok suci atau sok pintar, saya tetap memfokuskan niat saya untuk khatam Al Qur’an bukan karena hadiah, dan saya tetap tidak menghiraukan perkataan mereka.

            Setelah saya giat membaca Al Qur’an, di hari ke-5 dalam program khatam Al Qur’an ini, saya sudah bisa mengkhatamkannya. Saya senang sekali bisa mengkhatamkan Al Qur’an di bulan suci ini. Semoga di tahun depan saya lebih bersemangat lagi dalam mengkhatamkan Al Qur’an. Untuk kalian yang belum bisa mengkhatamkan Al Qur’an di tahun ini tetap semangat ya untuk di tahun berikutnya. Jazakumullah.