(Najma Sabiha Ijaz, NAI Purwokerto Jawa Tengah 01)

Teman-teman Nashirat tersayang, perkenalkan nama saya Najma Sabiha Ijaz dari  cabang Purwokerto, wilayah Jateng 01. Saya ingin berbagi cerita dan pengalaman ketika ikut KPA. Pelaksanaan KPA wilayah Jateng 01 bergabung dengan wilayah Jateng 02 bertempat di wilayah Jateng 02 tepatnya di Krucil, Banjarnegara. Lokasinya berada di kampung Krucil,  Desa Winong yang sebagian besar penduduknya adalah Ahmadi. Hampir setiap tahun pelaksanaan KPA berada di desa ini. Saya pun sudah yang kesekian kalinya mengikuti KPA sejak usia Banath. Pelaksanaan KPA 2019 berlangsung selama 7 hari, dimulai sejak Senin tanggal 24 Juni sampai Minggu 30 Juni 2019. Alhamdulillah bertepatan dengan hari libur sekolah, sehingga pesertanya banyak. Dari cabang Purwokerto sendiri hadir 10 orang yang terdiri dari Nashirat, LI, Athfal,dan khudam.

Saya sangat senang mengikuti KPA ini karena acara dikemas begitu menarik jadi tidak membosankan. Pelaksanaan kegiatannya dibentuk kelas dan Hizeb (kelompok). Kelas berdasarkan usia sekolah formal sedangkan Hizeb digabung dari  berbagai macam cabang serta usia. Kami belajar di kelas setiap hari setelah apel pagi. Kami mendapatkan berbagai macam ilmu agama seperti AlQur’an, Pengorbanan, Sejarah dan sebagainya dari para  Mubaligh. Siang sampai sore hari peserta KPA mengikuti kegiatan di luar kelas berupa perlombaan jasmani seperti tiup bola dalam air, membawa air sampai tidak tumpah ke garis finish, estafetbelut, jaringkaki, dan lain-lain. Semua dilaksanakan per hizeb dengan tujuan melatih kekompakan, kepedulian, dan keseimbangan. Sebelumnya setiap Hizeb diberi tantangan dengan telur mentah dan obat nyamuk untuk dijaga (dibawa) agar tidak pecah sampai berakhirnya KPA, dengan tujuan melatih amanah dan tanggung jawab. Setiap Saiq (mentor) bertugas mengkoordinir anggotanya untuk melaksanakan tantangan tersebut.

Kegiatan malam hari diisi dengan perlombaan rohani berupa MTQ dan pidato. Tak terlewatkan, Jumat malam kami menonton Khutbah Huzur  aba. Ada satu kegiatan yang menarik juga untuk melatih keterampilan hidup, yaitu lomba desain dari bahan  kertas koran. Setiap Hizeb wajib membuat satu kreasi yang  sekaligus menampilkan salah satu untuk jadi modelnya. Dari berbagai macam kegiatan KPA yang paling tidak boleh ditinggalkan adalah pelaksanaan shalat lima waktu dan shalat  Tahajud berjamaah serta tilawah AlQur’an ba’da subuh. Semuanya bertujuan untuk meningkatkan derajat kerohanian para peserta KPA agar menjadi generasi Ahmadi yang mukhlis dan siap berkhidmat untu kagama.

Meskipun cuaca dingin dengan menahan kantuk kami bisa mengikuti setiap acara dengan baik. Pada aktifitas terakhir ada tracking, dimana setiap Hizeb menelusuri jalan yang sudah ditentukan dan berhenti di setiap pos. Ada satu tantangan menarik di sebuah pos, yaitu merayap di dalam air sungai. Hingga pakaian kami basah kuyup. Pada malam terakhir kami diajak menonton video aktifitas kami selama mengikuti KPA 2019. Tak urung ada yang tertawa geli dan ada pula yang malu melihatnya. Selanjutnya pembagian hadiah para pemenang lomba. Pada hari terakhir kegiatan kami adalah jalan-jalan, wisata ke pasar tradisional Lodra Jaya. Disana terdapat makanan tradisional yang jika kita membelinya harus menukarkan uang dengan uang kethip. Akhirnya sampai juga di acara penutupan berupa pesan kesan, doa, dan foto bersama. Kemudian bersalaman untuk pulang kembali ke rumah masing-masing. Saya sangat senang mengikuti KPA karena selain  semakin bertambah ilmu, saya juga mendapatkan teman dari berbagai cabang. Jazakumullah para pengajar dan mentor yang sudah memberikan ilmu dan membimbing kami  selama KPA. InsyaAllah kami akan mengamalkan ilmunya. Taklupa Jazakumullah untuk para panitia yang sudah bersusah payah melayani para peserta KPA, makanannya enak sekali. Semoga Allah SWT melimpahkan karunia yang takterkira. Aamiin. Sampai jumpa kembali di KPA tahun depan. Ahmadiyah Zindabaad.