(Surayya Asyfha, NAI Medan)

Assalamualaikum Wr. Wb.

Hallo teman-teman, perkenalkan nama saya Surayya Asyfha, dari Cabang Medan. Dikesempatan ini saya ingin menceritakan kegiatan KPA2019 di Medan yang dilaksanakan pada tanggal 20 – 26 Mei 2019.

Pada hari pertama pembukaan KPA, saya sangat senang. Acara pembukaannya diwakili oleh abang-abang saya, melantunkan Nazm dan ayat suci Al Qur’an yang sangat merdu. Kemudian  penyampaian pesandan kesan oleh Bapak Mubaligh dan ketua pramadrasah. Setelah selesai pembukaan, waktunya kami menentukan Hizeb. Tiap Hizeb terdiridari 7–10 orang. Saya mendapat mentor yang baik dan ketua Hizeb yang baik. Di Hizeb saya terdapat 10 orang.

Setelah membentuk Hizeb, kami buka puasa bersama. Setelah berbuka kami segera shalat Maghrib. Lalu kami makan bersama. Makanannya enak-enak lho, teman-teman. Selesai makan, adzan Isya pun berkumandang. Saya dan teman-teman Hizeb segera mengambil air wudhu bersama. Tak lupa pula kami mencuci piring kotor kami dan membawanya ke dapur.

Kami segera shalat Isya berjamaah kemudian shalat Tarawih.  Pada malam itu saya sangat semangat. Setelah selesai saya dan kawan-kawan pergi menuju sebuah gedung untuk beristirahat.

Pada pukuL 03.40 WIB, kami dibangunkan oleh mentor masing-masing Hizeb. Untuk melaksanakan shalat Tahajud bersama. Hari pertama shalat Tahajud saya sangat mengantuk, mager (males gerak). Tapi saya harus melawan rasa kantuk berat dan mager ini. Saya terus menerus harus menahan rasa kantuk diwajah saya. Begitu siap shalat Tahajud, kami melakukan sahur bersama-sama. Hidangannya enak sekali lho, teman-teman. Kemudian kami sahur dan melanjutkan shalat Subuh berjamaah. Lalu kami tadarus bersama. Kemudian senam bersama yang dipimpin ibu Ida Wati dan didampingi kakak-kakak mentor.

Pada pukul 06.00 WIB kami dipersilakan mandi. Pukul 07.30 WIB kami sudah standby dilapangan untuk apel pagi. Jika salah satu dari peserta KPA terlambat akan dikenakan hukuman. Alhamdulillah saya tidak pernah terlambat. Setelah apel pagi kami diberi pengarahan oleh Bapak Mubaligh, kemudian kami memasuki kelas masing-masing. Sebelum kami memasuki kelas,  saya merasa takut, gugup, grogi, dan malu. Tapi  saya berusaha berani dan percaya diri. Hari pertama saya masuk kelas saya merasa senang dan gembira, karena saya banyak mendapat teman baru. Saya banyak mendapatkan ilmu dari para Mubaligh, yang sebelumnya tidak tahu menjadi tahu. Setelah kami selesai belajar, kami segera shalat Dzuhur berjamaah.

Sebelum melakukan kegiatan lainnya, yaitu nobar (nonton bareng), kami disuruh berbuka puasa bagi umur yang dibawah 18 tahun tidak diperbolehkan puasa, karena Huzur aba.melarangnya. Kemudian kami nobar tentang menulis surat ke Huzur aba. dan memotivasi anak-anak Ahmadi cara belajar untuk menggapai cita-cita di masa depan.  Kemudian kami melaksanakan shalat Ashar. Setelah selesai shalat Ashar kami mengadakan lomba rohani seperti MTQ, Nazm, Pidato, Hafiz, dan Cerdas Cermat.

Hari penutupan KPA pun tiba, disaat penutupan diawali dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an yang dibawakan oleh Athfal. Nazm dibawakan oleh Nashirat.  Kemudian pesan dan kesan yang disampaikan Bapak Mubaligh dan nobar kisah kami selama di KPA yang dibuat oleh kakak kami, Amatusy Syaafi.  Kemudian yang ditunggu para peserta KPA, yaitu pembagian hadiah. Setelah selesai pembagian hadiah kami berdoa dan foto bersama.

Sekian cerita saya tentang KPA 2019 yang sangat seru,menyenangkan, dan fun. Jazakumullah Ahsanal Jaza. Wassalam.