Hadhrat Masih Mau’ud as. bersabda,

“Tidak ada agama lain yang melindungi hak-hak wanita seperti yang telah dilakukan oleh Islam. Hal ini diperintahkan secara singkat dalam Al Quran,

“… Dan mereka (perempuan) memiliki hak yang sama dengan mereka (laki-laki)…” (QS. 2:229).

Al Quran tidak berhenti pada level ini, melainkan terus menjelaskan fakta-fakta dengan berbagai cara dan dari sudut pandang berbeda.” (Sumber: The Review of Religions)

Hadhrat Masih Mau’ud as. bersabda,

“Yang terbaik di antara kamu adalah dia yang paling baik terhadap istrinya. (Malfuzhat, Jilid 5). Hadhrat Masih Mau’ud as. juga bersabda, “Bagaimana seseorang bisa mengaku saleh ketika dia tidak berperilaku baik terhadap istrinya?” (Malfuzhat Jilid 3)

Seorang wanita Muslim harus selalu menegakkan kehormatan demi agama. Tanpa berkat dari Allah, sebuah rumah tidak akan bisa menegakkan agama di dalamnya.

Sejarah Islam dipenuhi dengan kisah para wanita yang berdedikasi dalam agama dan dalam hal duniawi. Di antara Sahabiyat (sahabat wanita) Nabi Muhammad saw, banyak yang mengalahkan kaum pria dalam hal ibadah kepada Tuhan. Dari kaum wanita lah orang pertama yang menerima Islam, yaitu, Hadhrat Hadijah ra. Beliau tidak hanya membantu Rasulullah saw. dalam pengorbanan harta sebagai seorang istri, akan tetapi juga sebagai seorang Muslim.

Ketika Rasulullah saw. menyerukan pengorbanan harta dan meminta jubah dari Hadhrat Bilal (ra),  merekalah para wanita yang memberikan sumbangan perhiasan dan barang berharga mereka.

Jadi inilah para wanita yang telah memahami bahwa orang yang memperjuangkan hak mereka dan memberi mereka kebebasan adalah Rasulullah saw, yang telah membawa ajaran indah dalam menaikkan derajat kemuliaan mereka. Banyak terdapat kisah tentang para sahabat wanita Rasulullah saw.