Pada hari Sabtu, 23 Pebruari 2019 AMSA dan AMSAW Jabar 07 telah melaksanakan Kuliah Umum yang merupakan salah satu program Tahrik Jadid PB Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia. Kuliah Umum dengan jumlah peserta yang hadir sebanyak 46 Khuddam dan Lajnah Imaillah ini berjalan seru dan khidmat. Salah satu tamu undangan Kuliah Umum yang dilaksnakan di Mesjid Baiturrahim Singaparna ini mengatakan bahwa Kuliah Umum yang dilaksanakan di masjid ini bukan tanpa alasan, karena masjid yang kian megah ini merupakan salah satu masjid bersejarah yang menjadi tonggak berkembangnya Jemaat Muslim Ahmadiyah di Wilayah Priangan Timur. Acara ini dimulai pada pukul 09.00 WIB, dipandu oleh Umar Farooq Zafrullah sebagai pembawa acara sekaligus moderator diskusi. Acara ini juga dihadiri oleh Bapak Mubaligh Daerah Jabar 07, Mubaligh Cabang, Qaid Wilayah, Ketua Daerah LI Jabar 07, Sekretaris Umur Talibat LI dan Ketua Majelis lainnya. Doa pembukaan dipimpin oleh Bapak Mln. Aang Kunaefi selaku Mubaligh Daerah Jabar 07.

Tema Kuliah Umum kali ini adalah Tantangan dan Peluang Industri 4.0. Salah satu pemateri yang luar biasa yaitu Bapak Tata Martadinata yang merupakan Head of Product and Technology Lembaga Standar GPN – ASP.  Banyak sekali ilmu yang beliau berikan. Mulai dari revolusi industri, bagaimana cara kita menyikapinya, skill apa saja yang harus kita kuasai, sampai peran Khuddam dan Lajnah di era revolusi industri ini. Pemaparan beliau begitu menarik karena diselipkan beberapa tayangan video tentang betapa semua aktifitas manusia sudah menggunakan teknologi, yang kian hari apapun itu bisa menjadi lebih instan baik itu di bidang transportasi, komunikasi, bisnis, dan pendidikan. Beliau pun memaparkan bahwa Khuddam dan Lajnah muda harus mulai menguasai beberapa skill di industri masa depan, seperti social skill, content skill, process skill, system skill, cognitive abilities, dan complex problem solving. Selain itu ada beberapa sektor prioritas dalam program “Making Indonesia 4.0” yaitu dalam sektor makanan, minuman, tekstil, otomotif, elektronik, dan kimia. Oleh karena itu Khuddam dan Lajnah muda harus terus belajar dan menekuni disiplin ilmu yang sedang dipelajari agar bisa menerapkannya di masa depan.

Masih banyak lagi hal-hal menarik lainnya yang beliau sampaikan. Ternyata tema ini memang sangat pas bagi generasi millennial yang tiap harinya tidak bisa lepas dari penggunaan teknologi, sesekali video tentang aplikasi belanja dan transportasi online diputar kemudian pemateri bertanya, “Siapa yang suka pakai Go-jek? Atau belanja di Bukalapak?” ada gelak tawa dari para peserta karena hampir 80 % peserta  pernah dan sering menggunakan aplikasi tersebut. Kegiatan Kuliah umum ini berlangsung selama 3 jam termasuk sesi tanya jawab di dalamnya. Beberapa Lanjah dan Khuddam pun ada yang bertanya mengenai beberapa kasus kejahatan dengan menggunakan teknologi. Juga bertanya mengenai apa saja yang harus disiapkan untuk revolusi industri ini agar kita tidak ketinggalan, dan sebagainya. Bagi peserta yang berani memberi saran dan bertanya, penitia memberikan doorprize yang menarik dan bermanfaat, yaitu ada beberapa buku kepribadian, biografi, novel, dan lain-lain.  Juga ada beberapa kotak pensil yang lucu-lucu. Pastinya doorprize ini menjadi salah satu penyemangat bagi peserta untuk aktif bertanya.

Tak terasa waktu berlalu hingga Zhuhur, mau tidak mau Kuliah Umum ini harus segera selesai.  Moderator menyimpulkan beberapa poin penting dari Kuliah Umum kali ini, bahwa Khuddam dan Lajnah harus menekuni disiplin ilmu yang sedang dipelajari dan bisa menciptakan inovasi-inovasi baru di masa depan, di bidang apapun itu apabila kita bisa berpikir kreatif kita bisa meciptakan hal-hal baru dan tidak ketinggalan dengan perkembangan teknologi yang kian hari kian pesat perkembangannya. Acara kuliah umum ini ditutup oleh doa penutup yang dipimpin oleh Bapak Mubaligh Singaparna, yaitu Mln. Usman. Selanjutnya peserta dipersilahkan untuk foto bersama dengan pemateri. Lalu semua peserta melaksanakan shalat Zhuhur berjamaah, dan eitss… masih ada acara terakhir dan tidak kalah penting yaitu acara makan bersama. Karena panitia juga menyediakan area Photo Booth, setelah makan bersama beberapa peserta ada yang asyik berfoto dan ada juga yang memutuskan untuk pulang. Alhamduillah acara kuliah ini berjalan lancar dan sukses, “Saya merasa bangga melihat para generasi Ahmadi yang hadir begitu antusias dalam kegiatan ini. Saya juga sangat bangga dengan jerih payah para panitia yang bersedia mengorbankan waktu, tenaga dan pikirannya. Khuddam dan Lajnah Muda merupakan asset penting Jemaat yang harus dijaga dan dibina agar mereka bisa tetap dan lebih mengkhidmati Jemaat ini.” Begitu ucapan syukur dari Ketua Pelaksana yang merupakan Ketua AMSA Jabar 07, Rashid Ahmad, setelah acara selesai. Salah satu peserta, Aisyah memberikan kesan “Seru dan Sangat mengedukasi.” Peserta lain pun ada yang mengatakan “Mantul (mantap betul), be better ya,dan masih banyak lagi.

Semoga untuk kegiatan selanjutnya, bisa lebih baik dan lebih meriah lagi. Semoga dengan adanya kegiatan ini bisa mempererat tali silaturahmi sesama generasi penerus Jemaat, dan menjadi sarana untuk menuntun ilmu bagi kita semua, seperti salah satu sabda Rasulullah saw, “Barangsiapa yang menapaki suatu jalan dalam rangka menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Ibnu Majah dan Abu Daud). Semoga kita semua senantiasa merupakan orang-orang yang tidak pernah lelah untuk menuntut ilmu dan mengamalkannya. Aamiin Ya Rabbal Alamin. Keep Fighting and be the noble of education.

Kontributor: Tahirah Sulh Amatunnaim

 

Tags: , , , , , , , , ,