Istighfarku mengetuk pintu kasih-Mu
Istighfarku bersujud kehadapan-Mu
Karena aku yakin..
Engkau maha pengampun

Tetapi semudah itukah turun ampunan-Mu?
Tentu tidak jika memang mudah
maka aku tidak akan terjerumus dosa dunia

Nikmat dunia telah menyilaukan mata ku
Ranjau-ranjau nafsu telah melumpuhkan saraf ku
Istighfar hanya istighfar
Telah menjadi kerutinan ku
Yang miskin akan makna

Engkau Maha Mendengar
Tapi betapa istighfar ku terasa pudar
Karena radar pendengaran-Mu yang Mahapeka
Sempat menangkap
Setiap getaran jiwa dan laku
Yang semakin menjauhi-Mu

Ya Rabbi, betapa aku ingin selalu beristighfar
Mengaku dosa setulus-tulusnya
Tanpa menyentuh dosa sekalipun

Istighfarku hendaknya mampu
Mendekatkan hatiku pada-Mu
Istighfarku hendaknya menyadarkanku
Tentang makna kesucian hidup
Yang Kau ridhoi

Semoga istighfarku mampu
Melindungiku dari segala keluputan
Dan kesalahan yang sering membuat aku lalai
mengingat kebesaran dan keagungan-Mu
Hanya dengan memohon ampunan
Pada-Mu Ya Rabbi..


Karya: Ny. Sabahunur
LI Ciherang