Minggu, 21 Agustus 2022. Kali ini Masjid Al Hidayah JAI Depok tampak yang berbeda. Baner-baner bernuansa Merah Putih bertebaran dari halaman hingga ke lapangan. Terbaca, Milad ke-2 PPDI (Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia) PPDI Kota Depok.

Teman–teman dari PPDI perlahan tetapi pasti memenuhi halaman Masjid.  Dresscode merah-putih semakin membuat meriah suasana. Para Ibu tangguh terlihat luar biasa bersemangat menemani putra-putri hebatnya.

Pukul 15.00 WIB, acara dimulai dengan penampilan pembacaan Puisi dan surah pendek oleh anak-anak disabilitas. Meski dengan kekurangan yang dimiliki, mereka tampil dengan apik dan juga berani. Acara dilanjutkan sambutan oleh Ketua PPDI Kota Depok, Ibu Lina.

Dalam sambutannya Ibu Lina mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada JAI Depok yang memfasilitasi acara ini. Ibu Sadr LII yang sudah terlihat hadir sejak awal, juga memberikan sambutan setelahnya.

Ibu Sadr terlihat sangat bersemangat menyapa para Ibu Tangguh dan anak-anak hebat. Begitu pula sebaliknya, para Ibu Tangguh dan anak-anak hebat semakin bersemangat mendengarkan motivasi yang disampaikan oleh Ibu Sadr.

Rangkaian acara hiburan pun disajikan dengan sangat indah oleh anak-anak. Ragam tarian daerah, lagu anak, hingga fashion show sangat apik mereka sajikan. Menjelang akhir, dilakukan prosesi potong kue sebagai bentuk syukur. Terlihat 3 kue tart berukuran besar yang sudah disiapkan. Namun yang menarik, logo Jemaat Ahmadiyah turut tertempel di salah satu kue tart yang dibuat. Ibu Sadr pun menjadi orang yang mendapatkan potongan kue pertama, sebagai bentuk rasa terima kasih yang begitu besar dari Ketua PPDI Kota Depok.

Sebuah rangkaian acara yang indah sekaligus mengharukan.  Meski hujan sesekali menyapa dengan deras, peserta terlihat tetap menikmati setiap acara. Seolah menjadi mood booster, semua seperti dihadirkan untuk saling menguatkan, memotivasi dan berbagi kebahagiaan.

Tepat 15 menit sebelum Adzan Maghrib berkumandang, acara selesai dengan rona kebahagiaan yang terpancar nyata di wajah mungil anak-anak hebat. Kami bertanya kepada mereka, “Senang acara hari ini?” Dengan seyuman yang khas namun terasa begitu tulus mereka menjawab, “senang …!”

Mereka memberikan pelukan hangat pada kami satu persatu. MasyaAllah. Fabiayyi ala irobbikuma tukadziban, Maka yang manakah di antara nikmat-nikmat Tuhan kamu berdua yang kamu dustakan?

Mereka yang terlihat memiliki kekurangan baik secara fisik maupun mental, namun masih dapat merasakan kebahagiaan dan terlihat tetap mensyukuri atas hal yang harus mereka terima dan miliki.