Official Website Organisasi Perempuan Muslim Ahmadiyah

Teknik Pembuatan Kain Shibori

Shibori adalah teknik menutup (menahan tinta warna) secara manual dari Jepang, yang menghasilkan sejumlah pola berbeda pada kain. Kata “shibori” berasal dari kata kerja bahasa Jepang yaitu “shiboru”, yang berarti “memeras/memutar, menekan.”

Teknik Dasar Shibori

Ada banyak cara untuk membuat Shibori, dimana teknik dasarnya adalah menggambar desain pada selembar kain (biasanya sutra atau katun), kemudian mengikat simpul yang sangat ketat dan ketika mereka dilepaskan ada pola area yang dicelup dan tidak diwarnai.

Teknik yang dipilih, dan hasil akhir yang diinginkan akan tergantung pada kain dan bahan pewarna yang digunakan.

Jenis-jenis Shibori

Kanoko Shibori

Kanoko Shibori adalah apa yang juga dikenal sebagai west tie-dye. Jenis ini dibuat dengan mengikat bagian-bagian tertentu dari kain untuk mencapai pola yang diinginkan. Pola yang dicapai tergantung pada seberapa erat kain itu dililitkan dan di mana kain itu dililit.

Arashi Shibori

Arashi Shibori merupakan pengembangan teknik ikat celup yang dibuat menggunakan media pipa. Kain diselubungkan, diikat, dan dimampatkan pada pipa kemudian diwarna.

Kumo Shibori

Kumo Shibori adalah jenis dengan teknik penahan berlipat dan terikat. Jenis ini dibuat dengan teknik melipat bagian kain dengan sangat halus dan merata. Kain diikat di bagian
yang sangat dekat. Hasilnya adalah desain seperti laba-laba yang sangat spesifik. Desain kumo shibori ini membutuhkan teknik dengan keakuratan yang tinggi.

Nui Shibori

Nui shibori termasuk jenis Shibori yang dijahit. Jenis ini dibuat dengan teknik jahitan sederhana pada kain kemudian ditarik kencang untuk mengumpulkan kain. Benang harus ditarik sangat kencang untuk bekerja. Teknik ini memungkinkan kontrol pola yang lebih
besar dan variasi pola yang lebih besar, namun teknik ini memakan waktu.

Teknik Pembuatan Kain Shibori

Peralatan yang Dibutuhkan

  • Air
  • Ember Cuci
  • Gelendong
  • Penjepit Kertas
  • Klem

Folding & Clamping

  • Mempersiapkan kain dengan melipat dan menjepit mungkin merupakan proses shibori langsung yang paling misterius
  • Mudah tetapi dapat menghasilkan hasil yang luar biasa
  • Ini adalah metode Jepang kuno yang membutuhkan dua papan untuk menahan kain yang dilipat di tempatnya
  • Desain akhir dibuat dengan seberapa banyak kain melampaui papan, serta seberapa banyak kain yang terbuka

Folding

  • Pertama-tama buat lipatan di kain, dimana kain dilipat-lipat (dengan berbagai variasi/kemungkinan lipatan) sebelum dijepit dan dicelup.
    catatan: tidak perlu menyetrika sebelum atau sesudah melipat
  • Proses melipat selesai bila garis Shibori sudah dianggap ketat dan rata. Untuk
    meratakan/menghaluskan, dilakukan melalui tangan Anda saat Anda melipatnya.

Clamping

  • Setelah melipat dan menyetrika, jepit kain di tempatnya
  • Ada banyak variasi cara untuk menjepit seperti yang Anda lakukan untuk melipat
  • Kain bisa dijepit hanya sekali di tengah atau berkalikali, tergantung pada seberapa ketat Anda ingin desain akhir Anda terlihat

 

Bound & Resist

Ini adalah salah satu metode Shibori yang paling dikenal. Alat dan bahan: Kain, Pengikat, Tinta dan berbagai objek.

Dimulai dengan memilih obyek untuk pola, selanjutnya obyek diikat dengan erat pada kain untuk membuat pola. Gunakan simpul persegi untuk mengikat objek, pastikan kain tetap rapat terhadap objek lalu Warnai kain sesuai keinginan.

 

Pewarnaan

Shibori dapat diwarnai dengan mencelupkan kain yang sudah dibuat polanya kedalam ember tinta dan kemudian didiamkan selama beberapa waktu. Proses pewarnaan shibori dapat dilakukan beberapa kali. Pewarnaan ulang Shibori yang sudah dicelup disebut Over dyeing.

 

Pengeringan

Kain yang sudah diwarnai sesuai dengan tingkat ketebalan warna yang diingin harus dikeringkan.

Pengeringan dilaksanakan dengan menjemur kain tersebut memanfaatkan sinar matahari langsung.

Produk Akhir

 

Kontributor: Hinda Megasari

Share :
Tags :

LI Indonesia Update