Garut, 23 Maret 2025 – Tanggal 23 Maret menjadi hari bersejarah bagi Jemaat Ahmadiyah, menandai berdirinya gerakan spiritual yang diawali dengan baiat 40 orang mukhlis kepada Hazrat Mirza Ghulam Ahmad as., di Ludhiana, Punjab, India, 136 tahun silam. Momentum bersejarah ini menjadi ajang refleksi dan rasa syukur bagi setiap anggota Jemaat Ahmadiyah di seluruh dunia, termasuk di Garut Raya.
Sebagai ungkapan kebahagiaan dan rasa syukur, Lajnah Imaillah Garut Raya serempak melaksanakan bakti sosial di 13 titik yang tersebar di beberapa Kecamatan. Bakti sosial ini ditandai dengan pembagian paket sembako dan sebagian dalam bentuk uang, yang ditujukan bagi masyarakat prasejahtera, lansia, serta anak yatim piatu. Tahun ini, tercatat 270 paket sembako dan sejumlah santunan telah dibagikan.
Selain bakti sosial, Lajnah Imaillah juga mengadakan kunjungan silaturahmi ke berbagai pihak, termasuk perangkat desa, tokoh masyarakat, dan tokoh agama. Langkah ini bertujuan untuk mempererat hubungan sosial dan menciptakan harmonisasi antara Ahmadi dengan masyarakat sekitar.
Sesuai dengan motto Jemaat Ahmadiyah, ”Love For All Hatred For None”, Lajnah Imaillah Garut raya begitu antusias menyukseskan bakti sosial ini. Dengan berlandaskan cinta pada sesama, kegiatan berbagi menjadi kebahagiaan yang senantiasa terukir di benak mereka. Nilai bantuan mungkin sederhana namun, semangat untuk merekat erat ukhuwah jauh lebih terasa dibandingkan dengan sejumlah barang yang diberikan.
Respon positif diberikan oleh warga penerima bakti sosial. Selain ucapan terima, ada harapan-harapan baik akan kehidupan yang rukun antara warga tanpa sekat perbedaan. Bahkan, salah satu tokoh masyarakat di Nyalindung menyampaikan apresiasinya kepada Lajnah Imaillah setempat yang selalu siap bekerja sama dalam program-program yang dilaksanakan di lingkungan mereka dan senantiasa memperlihatkan perilaku yang baik serta tidak pernah mengganggu siapapun.
Sementara itu, salah satu Tokoh Agama menyampaikan bahwa, ia tidak fanatik pada warna keagamaan. Apapun atau bagaimanapun cara yang ditempuh, setiap umat ibarat sedang berlomba dan tujuannya sama yaitu mencapai garis finish, yaitu keselamatan sejati.
Kontributor: Ai Yuliansah