Sukamaju, 21 Maret 2025 – Dalam upaya meningkatkan pemahaman terhadap Al-Qur’an, Lajnah Imaillah Sukamaju telah memasuki hari ke-21 dalam melaksanakan Tadarus Al-Qur’an sejak awal Ramadhan. Kegiatan ini berlangsung di dua lokasi utama, yaitu Masjid As-Saleh sebagai masjid pusat dan Halqoh Masjid Al-Fadhl.
Di Halqoh Masjid Al-Fadhl, tadarus Al-Qur’an dilakukan dengan membaca ayat-ayat suci secara bersamaan, disertai dengan pembacaan terjemah dan tafsir secara bergiliran. Kegiatan ini dilaksanakan setiap pagi ba’da shalat Subuh setelah mendengarkan daras dari kaum bapak. Dalam sehari, peserta dapat menyelesaikan satu hingga dua rukuk. Program ini menjadi bagian dari upaya mendukung program PPLI, yang mengharuskan anggota Lajnah dan Nashirat untuk membaca Al-Qur’an beserta terjemah dan tafsirnya.
Selain itu, dalam bulan Ramadhan ini, terdapat program Tadabur Al-Qur’an yang mengajak peserta untuk menandai ayat-ayat yang berisi perintah dan larangan Allah agar dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Hingga hari ke-21, beberapa perintah yang telah dicatat antara lain, perintah berbuat baik kepada kerabat dan anak yatim (QS Al-Baqarah: 178), hukum waris (QS Al-Baqarah: 179), perintah berpuasa (QS Al-Baqarah: 184), memerangi orang yang memfitnah agama Allah (QS Al-Baqarah: 191), penyempurnaan ibadah haji dan umrah (QS Al-Baqarah: 197).
Melalui program ini, diharapkan para peserta dapat memahami isi Al-Qur’an lebih mendalam, baik melalui pembacaan langsung maupun dengan menyimak terjemah dan tafsirnya sehingga dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Seperti yang disampaikan dalam khutbah Jumat hari ini, Hudhur menegaskan bahwa siapa pun yang berbaiat kepada Imam Mahdi a.s. harus menzahirkan kecintaan kepada Rasulullah saw. dengan mengamalkan isi Al-Qur’an, bukan hanya dengan membaca secara indah semata.
Kegiatan Tadabur Al-Qur’an di Halqoh Masjid Al-Fadhl dihadiri oleh 8 anggota Lajnah Imaillah, 5 anggota NAI, dan 2 abna. Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi seluruh peserta serta menjadi kebiasaan yang terus berlanjut di luar bulan Ramadhan.
Kontributor: Munirah Siddiqah