Official Website Organisasi Perempuan Muslim Ahmadiyah

Webinar Parenting: Komunikasi Efektif Orangtua dan Anak sebagai Fondasi dan Tips

Kemang, Bogor – 16 Maret 2025, Pengurus Pusat Lajnah Imaillah melalui Sekretaris Tarbiyat PPLI mengadakan webinar parenting bertajuk Komunikasi Efektif Orangtua dan Anak sebagai Fondasi dan Tips. Webinar ini membahas bagaimana komunikasi yang efektif dapat menjadi dasar hubungan yang sehat antara orangtua dan anak, serta bagaimana komponen verbal dan non-verbal dapat berperan dalam interaksi ini.

Webinar ini diselenggarakan pada Minggu, 16 Maret 2026, pukul 08.00 – 11.00 WIB. Disiarkan secara langsung melalui Zoom dan YouTube dengan menghadirkan narasumber Muskatiani Soesanto, M.Psi,. Narasumber memberikan wawasan lebih lanjut mengenai pentingnya komunikasi dalam parenting yang efektif, penuh kasih sayang, dan berlandaskan nilai-nilai Islami.

Webinar ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran orangtua mengenai pentingnya komunikasi yang efektif dalam membangun hubungan yang sehat dengan anak. Diharapkan para peserta dapat menerapkan strategi komunikasi yang telah dipaparkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dapat mempererat ikatan emosional antara orangtua dan anak. Dengan komunikasi yang baik, anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang penuh kasih sayang dan dukungan, yang akan membantu perkembangan emosional dan sosial mereka.

Fondasi Komunikasi Efektif

Komunikasi yang baik antara orangtua dan anak tidak hanya ditentukan oleh suasana saat komunikasi berlangsung, tetapi juga oleh kondisi psikologis hubungan mereka. Beberapa faktor penting dalam membangun komunikasi efektif meliputi:

1. Rasa percaya (trust) yang menjadi dasar utama dalam hubungan.

2. Kelekatan yang aman (secure attachment), yang terjadi jika anak merasa dicintai dan diterima tanpa syarat.


Anak dengan secure attachment cenderung:

1. Disayangi dan dicintai tanpa syarat.
2. Diterima apa adanya.
3. Diperhatikan.
4. Dihargai.

Sebaliknya, jika trust dalam hubungan lemah, kelekatan anak terhadap orangtua akan kurang kuat, yang dapat berdampak pada rendahnya kepatuhan anak terhadap orangtua.

Sebagaimana dikatakan dalam Malfuzat: “Manusia tidak dapat mengetahui isi hati orang lain, dan manusia tidak dapat melihat ruang-ruangan tersembunyi dalam kalbu orang lain. Oleh karena itu janganlah tergesa-gesa menilai orang lain melainkan tunggulah dengan sabar.” (Malfuzat, Jilid II, hlm. 248-249).

“Banyak sekali orang yang di dalam kalbu mereka timbul suatu keraguan, tetapi mereka tidak menjernihkan keraguan itu, serta tidak mau bertanya. Akibatnya, keraguan itu diam-diam membesar di dalam. Kemudian keraguan besar itu menetaskan keraguan-keraguan lainnya, serta membinasakan ruh.” (Malfuzat, Jilid IV, hlm. 41-44).

Pentingnya Secure Attachment

Secure attachment adalah kebutuhan dasar utama bagi anak, memberikan perasaan aman, terlindungi, dan diterima oleh orangtua. Untuk membangun keterikatan ini, orangtua perlu memastikan beberapa kebutuhan dasar anak terpenuhi, seperti:

1. Konsistensi dalam pola asuh.
2. Kemandirian dan kompetensi dalam pembentukan identitas diri.
3. Kebebasan mengekspresikan perasaan dan kebutuhan.
4. Kesempatan belajar melalui bermain.
5. Batasan realistis serta bimbingan dari orangtua.

Jika kelekatan anak terganggu, orangtua perlu memperbaiki hubungan dengan fokus pada:

1. Kedekatan fisik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LI Indonesia Update