Pangalengan, 27 Desember 2025 – Meskipun menjelang hari libur sekolah akhir tahun, namun perjalanan tabligh para Lajnah Imalillah Cabang Pangalengan tidak pernah mengenal libur. Para Daiyah tetap bersemangat menebar cinta, kasih dan kabar suka. Tak hanya itu, langit pun turut mendukung gerak langkah ibadah hari ini dengan penuh kehangatan. Hari ini cerah, Alhamdulillah hujan tak turun seperti hari kemarin.
Perjalanan hari ini yaitu menuju rumah Bu Ai selaku simpatisan bersama dua orang ghair Ahmadi lainnya di kawasan Pal 6, Sukaluyu Pangalengan. Bersama 4 orang Daiyah dan Daiyah Khususi. Kegiatan ini sudah direncanakan dari satu bulan sebelumnya dan berlangsung hari ini pukul 14.00 WIB.
Acara dimulai dengan doa bersama seluruh Daiyah di gedung posyandu dan berangkat
bersama menuju lokasi tujuan. Selanjutnya acara dimulai dengan salam sapa. Selanjutnya yaitu sambutan dari Ketua Lajnah, pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Dina Nurdania, dan pembacaan doa program rohani. Doa pembuka pun dipandu oleh Ketua Lajnah, Nisa Nurfitriani.
Materi yang disampaikan pada hari ini sesuai dengan permintaan BESTIE dari simpatisan tersebut yaitu terkait membersihkan hati. Disini, Nisa Nurfitriani selaku pemateri menyampaikan materi perihal “Tiga Macam Kondisi Manusia” yang berkaitan dengan nafs ammarah, lawammah, dan mutmainnah serta “Tazkiyya Nafs” (Pensucian Jiwa).
Dalam penjelasannya, ia menegaskan apa yang disampaikan oleh Hazrat Masih Mau’ud (as) terkait hal
tersebut,
“Jadilah kalian satu sama lain seperti satu wujud. Dan tatkala kalian menjadi seperti satu wujud maka barulah kalian akan [dapat] mengatakan bahwa kalian telah melakukan tadzkiyyah-nafs (pensucian jiwa) pada diri kalian sendiri. Sebab selama hubungan sesama kalian masih belum bersih, selama itu pula tidak dapat terbentuk hubungan kalian dengan Allah Ta‘ala.” (Malfuzat, jld. X, hlm. 72-73).
Setiap simpatisan menyimak dengan penuh perhatian dengan berbagai macam pertanyaan
yang dilontarkan. Darsih, salah satu simpatisan, bertanya terkait kondisi dosa dan lain sebagainya. Nisa
menegaskan, sesuai dengan apa yang telah disampaikan, mudah mudahan kita semua selalu diberikan makrifat (pengetahuan) dalam segala hal kebaikan dan senantiasa didekatkan dengan Agama. Darsih pun menyampaikan dan mengundang untuk diadakannya kembali kajian seperti ini dirumahnya bulan depan. Mendengar hal tersebut, kami selaku para tamu yang hadir merasa senang dan terharu.
Mudah-mudahan ada karunia besar yang hadir untuk para simpatisan ini.
Kontributor: Nisa Nurfitriani


