Pangalengan, 26 Desember 2025 – Lajnah Pangalengan kembali menggelar kegiatan Ta’limul Qur’an dan Kelas Silabus yang dilaksanakan di rumah mubayy’in baru, Siti Salamah, pada pukul 14.00 WIB.
Meski langit tampak mendung dan perjalanan cukup jauh, semangat para Lajnah sama sekali tidak surut. Sebanyak 7 orang anggota hadir dengan penuh antusias mengikuti kegiatan ini.
Acara dibuka dan dipandu oleh Ketua LI, dilanjutkan dengan pembacaan Janji LI, kemudian masuk ke sesi penyampaian materi. Materi pertama adalah Silabus Ta’lim dengan tema, “Dampak Riba dan Pengorbanan Harta terhadap Kehidupan Keluarga dan Masyarakat.” Pada sesi ini, Dina selaku Sekretaris Ta’lim menegaskan bahwa riba sangat dilarang dalam Islam, sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Ali Imran ayat 131, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba yang berlipat ganda dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.”

Ia menjelaskan bahwa Islam tidak melarang umatnya untuk berusaha dan mencari nafkah. Namun, semua harus dilakukan dengan cara yang halal dan tidak melanggar syariat, bukan dengan cara riba atau berbuat aniaya kepada orang lain.
Selanjutnya, materi kedua adalah Tarbiyat yang disampaikan oleh Ny. Encar dengan judul, “Kewajiban Istri kepada Suami.” Kemudian dilanjutkan dengan Silabus Tabligh bertema, “Upaya Peningkatan Kapasitas Anggota Lajnah dalam Bertabligh.” Dalam penyampaian materi ini juga disampaikan firman Allah Swt. dalam QS. An-Nahl ayat 125 yang mengajarkan untuk menyeru manusia ke jalan Allah dengan hikmah, nasihat yang baik, dan dialog yang santun. Para anggota terlihat sangat antusias dan menikmati setiap sesi kegiatan.
Sebelum berlanjut pada kegiatan inti, yaitu Ta’limul Al-Qur’an, Ketua LI mengingatkan kepada anggota untuk tidak terlibat pada ritual-ritual kebiasaan yang menjadi bid’ah dan sejatinya perlu dihindari, seperti tradisi kelahiran anak, perayaan pernikahan diluar syariat dan yang tak lama lagi akan kita lewati adalah merayakan malam tahun baru secara berlebihan.
Ta’limul Qur’an yang Seru dan Berbeda
Sesi berikutnya adalah Ta’limul Qur’an yang dipandu oleh Dina. Kali ini terasa lebih seru karena dibalut dengan games edukatif. Jika biasanya ia menjelaskan hukum tajwid terlebih dahulu, kali ini konsepnya dibuat berbeda. Dina membacakan potongan ayat Al-Qur’an yang mengandung hukum tajwid tertentu. Para anggota mendengarkan dengan seksama, kemudian menebak hukum tajwid yang terdapat dalam ayat tersebut dengan mengambil satu kertas yang telah disiapkan. Suasana pun menjadi sangat hidup, penuh tawa, ceria, dan kebersamaan. Namun, di balik keseruannya, tujuan utama dari games ini adalah agar para anggota semakin memahami hukum tajwid, tidak hanya membaca Al-Qur’an, tetapi juga mengerti kaidah bacaan yang benar.
Kontributor: Dina Nurdania


