Sukabumi, 18 Januari 2026 – Cabang Sukabumi mengisi hari libur dengan kegiatan Ijtima Cabang yang dilaksanakan secara gabungan antara Cabang Sukabumi dan Cabang Cisaat. Kegiatan ini mengusung tema “Mewujudkan Generasi Penerus Tangguh Melalui Program Berkesinambungan”, sebagai wujud komitmen bersama dalam membina generasi penerus yang kokoh secara rohani dan karakter.
Acara dimulai pada pukul 08.30 WIB dengan total presensi 42 peserta. Dari Cabang Sukabumi hadir 30 orang Lajnah Imaillah, 6 orang Nasirat, 2 orang Banath, dan 1 orang Abna. Sementara dari Cabang Cisaat tercatat 4 orang Lajnah Imaillah, 1 orang Nasirat, 1 orang Atfal, 1 orang Banath, dan 1 orang Abna.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Ketua LI Cabang Sukabumi, Rafika Setiasih, yang berdampingan dengan Ketua LI Cabang Cisaat, Nurmayanti. Dalam sambutan, disampaikan tujuan Ijtima sebagaimana arahan dan sabda Khalifah, menekankan pentingnya peran Lajnah dan Nasirat dalam pembinaan generasi.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an Surah Yunus ayat 109–110 oleh Ibu Tati Sumiati, doa pembuka, serta pembacaan Janji Lajnah dan Nasirat yang dipimpin oleh Ketua Lajnah Cabang Sukabumi. Suasana semakin khidmat dengan pembacaan nazm berjudul Badar Gah-e-Jisan.
Memasuki sesi inti, Lajnah dan Nasirat berpisah tempat. Untuk sesi Lajnah, materi inti mengenai Peran Para Ibu Ahmadi dalam Tarbiyat Anak-Anak disampaikan oleh Ketua LI Cabang Cisaat. Materi disampaikan secara interaktif dua arah, membuka ruang diskusi dan berbagi pengalaman antar ibu-ibu Lajnah, sehingga suasana terasa hidup dan reflektif.
Setelah penyampaian materi inti, kegiatan berlanjut dengan perlombaan LCC LI. Suasana tampak meriah namun tetap serius, dengan tujuh kelompok yang saling berkompetisi. Perlombaan kemudian dilanjutkan secara berurutan dengan MTQ, Pidato, dan Nazm.
Sementara itu, di sesi Nasirat, materi inti “Nasirat Cinta Ilmu: Belajar Adalah Ibadah” disampaikan oleh Sekretaris Nasirat, Shamsa Rahmasari Ahmad. Usai materi, perlombaan dimulai dengan Story Telling, dilanjutkan MTQ, dan ditutup dengan LCC, yang turut disaksikan oleh para ibu sehingga menambah semangat para peserta.
Setelah seluruh rangkaian lomba selesai, panitia menyelipkan sesi diskusi singkat untuk merefleksikan materi inti. Salah satu kesimpulan yang mengemuka dalam diskusi tersebut adalah bahwa seorang ibu merupakan pengaruh terbesar dalam kehidupan anak sebagai role model yang akan ditiru dalam keseharian. Oleh karena itu, introspeksi diri, kedekatan dengan agama, serta upaya menjauhkan diri dari kecenderungan keduniawian menjadi hal penting agar anak-anak tetap berada di jalan Allah Ta’ala.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pembagian hadiah lomba. Suasana terasa semakin hangat dengan ucapan mubarak yang saling dilantunkan. Ijtima Gabungan Cabang Sukabumi dan Cisaat pun ditutup dengan doa bersama, ungkapan syukur atas kelancaran acara, serta harapan agar seluruh peserta dapat pulang dengan selamat dan membawa keberkahan dari kegiatan ini.
Kontributor: Sazkia Maria Ahmad

