AMSA–AMSAW Gathering merupakan agenda tahunan yang pada tahun ini terasa istimewa. Untuk pertama kalinya, kegiatan AMSAW dilaksanakan bersamaan dengan AMSA Gathering. Mengusung tema “Bersatu dalam Nilai, Bergerak dalam Khidmat: AMSA–AMSAW untuk Indonesia”, acara ini menjadi wadah penguatan identitas, nilai, serta peran pemuda Ahmadiyah dalam berkhidmat untuk bangsa dan Jemaat.
Sebanyak 96 anggota AMSAW hadir dalam kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari, 30 Januari hingga 1 Februari 2026, bertempat di kawasan Markaz Masjid An Nashr, Parung, Bogor. Suasana gathering tahun ini terasa berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya karena dilaksanakan di area markaz yang sarat nilai historis dan spiritual.
Pembukaan Khidmat dan Penuh Semangat
Hari pertama dibuka secara resmi oleh Amir Nasional, Bapak Zaki Firdaus Syahid. Turut menyampaikan sambutan, Sadr Lajnah Imaillah yang diwakili oleh Naib Sadr Bidang Tarbiyat serta Sadr Khuddamul Ahmadiyah.
Dalam sambutannya, Sadr Lajnah Imaillah mengingatkan bahwa janji LI bukan sekadar untuk diucapkan, melainkan amanat untuk menjaga keimanan, memperbaiki akhlak, serta menghadirkan diri sebagai pribadi yang bertanggung jawab dalam organisasi dan masyarakat. Peserta diharapkan kembali ke wilayah masing-masing tidak hanya membawa pengalaman, tetapi juga tanggung jawab untuk aktif berkontribusi sesuai kapasitasnya.
Usai pembukaan, acara dilanjutkan dengan bincang santai bersama Amir Nasional. Dalam arahannya, beliau mengingatkan pentingnya rasa syukur karena dapat melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi—sebuah kesempatan yang belum tentu dimiliki oleh anggota lainnya. Untuk menambah motivasi, beliau menantang agar 20 persen peserta kelak dapat melanjutkan pendidikan ke luar negeri.
Menanggapi pertanyaan tentang “status minoritas”, beliau menjelaskan bahwa meskipun secara jumlah Jemaat adalah minoritas, namun memiliki nilai unggul (selling point) yang tidak dimiliki organisasi lain. Di antaranya, sebagai organisasi Islam yang dipimpin oleh seorang Imam, memiliki cabang di lebih dari 220 negara, serta kontribusi anggota Jemaat di tingkat dunia—seperti peran salah satu anggota dalam pendirian Negara Pakistan dan sosok peraih Nobel Fisika pertama dari kalangan Muslim, Abdus Salam.
Menguatkan Identitas dan Kolaborasi
Materi selanjutnya bertajuk “Who We Are: Identitas, Nilai, dan Peran AMSA/AMSAW” yang disampaikan oleh Ketua AMSA–AMSAW periode sebelumnya. Materi ini menjadi penguat arah gerak dan jati diri organisasi ke depan.
Salah satu sesi paling menarik adalah pembagian “Paspor Tantangan” yang berisi misi selama tiga hari. Pada hari pertama, peserta ditantang untuk berkenalan dengan anggota dari wilayah lain, menggali tantangan yang dihadapi di daerah masing-masing, serta mengumpulkan tanda tangan dari tiga orang berbeda. Dalam paspor tersebut, peserta juga menuliskan komitmen satu tahun ke depan dan satu ide solutif bagi kemajuan Jemaat Ahmadiyah Indonesia.
Malam harinya, peserta bersama-sama menyimak khotbah Huzur aba yang kemudian dilanjutkan dengan kuis interaktif yang dipandu oleh mubalig. Suasana terasa hangat, edukatif, dan penuh kebersamaan.

