Sukabumi, 31 Januari 2026 – Selasar Masjid Bilal, Sukabumi, mendadak riuh pada Sabtu malam, 31 Januari lalu. Belasan anak mulai dari jenjang Nashirat hingga Athfal tampak sibuk mengikuti Malam Keakraban (Makbar) Pra Madrasah Al-Mahmudah. Bukan sekadar menginap, kegiatan ini menjadi ruang bagi 15 peserta untuk menjemput kemandirian lewat rangkaian ibadah dan interaksi sosial.
Kegiatan dibuka selepas Shalat Maghrib dengan suasana takzim melalui taklim Al-Qur’an. Namun, suasana cair seketika saat sesi gim edukatif dimulai. Gelak tawa anak-anak pecah, mengikis jarak antarsantri sebelum mereka menerima laporan hasil evaluasi belajar (rapor) semester ganjil.
Dapur masjid pun tak luput dari keriuhan. Lewat kelas memasak (cooking class), para peserta diajak bergelut dengan bumbu dan alat dapur. Di sini, kerja sama tim diuji; mereka belajar bahwa sepiring hidangan memerlukan koordinasi, bukan sekadar urusan perut.
Kedisiplinan menjadi menu utama saat jarum jam menyentuh dini hari. Di tengah dinginnya udara Sukabumi, para peserta bangkit untuk Salat Tahajud berjamaah, yang berlanjut hingga subuh dan tadarus Al-Qur’an. Ritual ini bertujuan menanamkan pembiasaan ibadah di luar jam sekolah formal.
Menjelang fajar, mereka menyisir lingkungan sekitar masjid dalam sesi jalan pagi, sebelum bahu-membahu melakukan wikari amal merapikan kembali tenda-tenda yang sempat berjajar di selasar. Tak ada waktu luang yang terbuang; usai sarapan, estafet kegiatan berlanjut ke pengajian gabungan cabang hingga Dzuhur.
Sebuah akhir pekan yang padat, di mana karakter disiplin dan kecintaan pada jemaat dipupuk sejak dini di bawah atap masjid.
Kontributor: Siti Mariam

