Solo, 08 Maret 2026 — Matahari sore di Solo pada Minggu, 8 Maret 2026, mulai meredup, namun keriuhan di selasar Masjid Baitul Karim justru baru saja dimulai. Puluhan pasang mata anak-anak tertuju pada instruktur panitia yang sedang memeragakan gerakan ice breaking yang jenaka. Bukan sekadar pengusir kantuk, ini adalah cara jitu AMSA dan AMSAW Solo agar ibadah puasa tak melulu soal menahan lapar.
Peserta berasal dari kelompok Nashirat dan Athfal yang tidak hanya menunggu waktu berbuka puasa, tetapi juga mengikuti kegiatan edukatif yang dikemas secara interaktif.
Acara diawali dengan permainan ringan (ice breaking) untuk mengusir rasa lelah menjelang berbuka. “Kami ingin anak-anak merasa bahwa masjid adalah tempat yang menyenangkan. Ramadhan bisa dijalani dengan penuh keceriaan,” ujar Azman, salah satu AMSA Solo.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan perlombaan cerdas cermat. Pertanyaan meliputi sejarah para nabi, pemahaman bacaan Al-Qur’an dan shalat, serta pengetahuan tentang Jemaat Ahmadiyah. Peserta tampak antusias berebut mengangkat tangan untuk menjawab setiap pertanyaan.
Setelah sesi kuis, panitia menggelar pembagian hadiah bagi peserta yang berhasil menjawab dengan tepat. Momen ini disambut riuh oleh anak-anak yang tampak gembira menerima bingkisan sederhana dari panitia. Suasana hangat dan penuh tawa mewarnai selasar masjid saat nama-nama pemenang diumumkan.
Menurut panitia, metode learning by playing dipilih untuk menumbuhkan minat anak-anak mempelajari agama sejak dini. Dengan pendekatan ini, masjid diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang belajar yang ramah dan menyenangkan bagi generasi muda.
Kontributor: Yesiska Ikhsan Qadiani


