2. Frekuensi interaksi.
3. Sikap tanggap terhadap kebutuhan anak.
4. Kedalaman interaksi dengan melibatkan berbagai indera.
Persiapan untuk Komunikasi Efektif
Komunikasi yang baik memerlukan kesiapan mental dan emosional dari orangtua. Beberapa langkah penting yang perlu diperhatikan:
1. Berkesadaran penuh (mindful) – Mengenali perasaan, pikiran, dan niat sebelum berkomunikasi.
2. Mengaktifkan empati – Memahami perasaan anak agar komunikasi bebas dari kekerasan.
3. Berusaha attuned – Menyesuaikan diri dengan gelombang emosi anak tanpa terburu-buru menilai atau bertindak.
Tips Komunikasi Efektif
1. Mendengar aktif – Biarkan anak berbicara tanpa dipotong atau disimpulkan terlalu cepat.
2. Gunakan “Saya merasa…” (I-Message) – Menghindari perasaan dipojokkan dalam percakapan.
3. Menggali informasi lebih mendalam – Bertanya tanpa berasumsi atau menyimpulkan terlalu cepat.
4. Menyampaikan harapan dengan jelas – Menyatakan perilaku yang diinginkan secara eksplisit.
5. Gunakan bahasa sederhana – Hindari istilah sulit agar mudah dipahami anak.
6. Tetap tenang – Dengarkan perspektif anak dan cari solusi bersama.
7. Menjaga koneksi dengan anak – Tunjukkan kasih sayang dan jadilah contoh yang baik.
8. Terapkan ketegasan – Orangtua perlu membimbing anak dengan aturan yang jelas.
Sebagaimana dikatakan dalam Hadist HR Al Bukhari: “Kamu sekalian adalah pemimpin, dan kamu sekalian bertanggung jawab atas orang yang dipimpinnya.”
Kesimpulan
Keterampilan komunikasi yang baik dapat terus ditingkatkan melalui latihan dan perbaikan diri secara berkelanjutan. Fondasi utama komunikasi yang efektif adalah trust, yang hanya bisa dibangun melalui hubungan yang sehat dan berkesinambungan antara orangtua dan anak.
Dengan adanya webinar ini, diharapkan para orangtua dapat menerapkan ilmu yang diperoleh untuk menciptakan hubungan yang lebih harmonis dengan anak-anak mereka. Mari wujudkan parenting yang lebih baik dengan komunikasi yang efektif!
Reportase oleh Tim Admin Website Lajnah (Sofia)