Makassar, 10 Februari 2026 – Menyambut perayaan satu abad Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI), Lajnah Imai’llah (LI) Cabang Makassar menggelar diskusi publik dan bedah buku bertajuk “Merajut Keberagaman, Mempertegas Solidaritas, dan Kemanusiaan” di Hotel Remcy, Makassar. Forum ini menjadi ruang temu lintas iman untuk mempertegas kembali komitmen persaudaraan di kawasan Indonesia Timur.
Diskusi yang dipandu oleh penggerak Komunitas Gusdurian, Megawati, menghadirkan tiga perspektif berbeda. Pimpinan Pondok Pesantren An-Nahdlah, Prof. Dr. KH. Afifuddin Harisah, membedah teks dari sudut pandang akademis dan Islam moderat. Sementara itu, Ketua Permabudhi Sulawesi Selatan, Yongris Lao, serta Direktur Oase Intim, Christina J. Hutubessy, memberikan catatan kritis mengenai pentingnya aksi kemanusiaan di tengah kemajemukan.
Acara yang berlangsung hingga pukul 12.20 WITA ini tidak sekadar menjadi ajang seremonial. Dialog berjalan interaktif dengan hadirnya 69 tamu undangan yang mencakup kalangan akademisi, tokoh agama, hingga jajaran pejabat pemerintah setempat seperti camat dan lurah. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan terhadap pesan solidaritas yang diusung dalam peringatan tasyakur seabad JAI tersebut.
Dari internal jemaat, sebanyak 30 anggota yang terdiri dari unsur Anshor, Khuddam, dan para Muballigh turut mengawal jalannya acara. Didukung oleh delapan personel Lajnah Imai’llah Makassar, kegiatan ini berakhir dengan pesan kuat tentang pentingnya menjaga kohesi sosial di tengah tantangan keberagaman yang kian dinamis.
Kontributor: Sekretaris Isyaat


